Kamis, 02 April 2020


ARTI NOMINAL UANG SERATUS RIBU
Seratus ribu rupiah. Sebuah nominal alat tukar perdagangan yang berlaku di Indonesia saat ini. Satu lembar 'senyuman proklamator' memiliki berjuta cerita. Di dompet penguasa, ia terhimpit oleh kartu nama rekanan-rekanan 'previlege' untuk setiap kebijakan yang diambil. Ia terasing, tanpa teman. Lurus tegak hingga lusuh terselip. Di dompet sosialita, ia pun terhimpit oleh kartu debet dan kartu kredit 'gold silver'. Menanti penuh harap ia terbebas dari himpitan. Ia hanya ingin berganti pemilik, bukan minta digesek seperti teman-temannya. Di dompet anak muda, ia hanya mampir sesaat. Untuk selanjutnya pindah ke tempat lain. Bisa di kafe, bioskop, konter pulsa, atau teater JKT48.

Sebenarnya 'sang proklamator' ingin berpindah ke tangan yang selalu berdoa di tengah malam mengharap rezeki esok hari, tanpa ditukar benda atau jasa. Ia ingin 'senyum'nya lebih sumringah seperti orang yang sangat mengharap mendapatkannya. Karena ia merasa lebih dihargai selayaknya nominal uang tertinggi. Ia ingin tersenyum melihatnya membelanjakan demi mengisi perut keluarganya agar malam nanti mereka dapat terlelap.

'Sang proklamator' juga ingin dibelanjakan pasir, semen, batu bata untuk menegakkan kembali surau yang hampir roboh. Ia dan teman-teman senominal ingin dibelanjakan karpet. Agar orang yang bersujud tidak perlu mengusap debu dan pasir di dahinya. Ia ingin dibelanjakan mukena baru, menggantikan mukena lusuh dan bau di sebuah langgar. Ia pun ingin sekali bertemu dengan warga Uang Republik Infonesia di dalam kotak amal selama malam tarawih.

Itulah selembar seratus ribu rupiah dengan berjuta cerita. Di manakah uang itu yang ada di dompet kita akan bertukar pemilik? WaLlaahu a'lam bishshawab.

3 komentar:

  1. hebat. Telah nyata di pentas ini satu karya menarik. Kibarkan panji virus literasi

    BalasHapus
  2. Wah, keren keren keren keren keren 👍👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus