Minggu, 05 April 2020


MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU BERKUALITAS
Dr. Akbar Zainuddin


Pertemuan Ketujuh pada Pembelajaran Maya “Menulis gelombang Tujuh” yang diasuh Om Jay kali ini menampilkan nara sumber penulis buku best seller “Man Jadda Wa Jada” Bapak Dr. Akbar Zainuddin. Pertama kita disajikan paparan beliau yang menarik di https://www.youtube.com/watch?v=Pvq2dqyWNcQ&feature=youtu.be.
Beliau memaparkan TOJTRP, saya lebih suka menyambungnya menjadi Top Jika TRamPil (menulis). Maknanya kita akan berharga jika kita rajin dan trampil menulis.



T yang pertama adalah tema. Hal ini penting sebagai rel yang mengikat kita dari kata awal hingga kata terakhir buku yang kita buat.


Huruf yang kedua O . Buku yang kita buat harus ada daftar isinya (Outline). Manfaat outline agar tulisan terarah, menyusun jadwal dan target, menghindari kevakuman ide, dan terselesaikan buku yang kita buat.


Langkah ketiga adalah J. Kita buat jadwal penulisan. Disinilah core of the core, intinya inti yaitu DISIPLIN. Menurut beliau disiplinkan diri kita menulis 30 sampai dengan 60 menit sehari menulis naskah kita. Kita tentukan jadwal sesuai outline yang kita buat.


Langkah keempat adalah T. Tuliskan apa yang telah kita temakan, buatkan daftar isinya juga jadwalnya. Intinya displin dan komitmen. Buang jauh jauh yang namanya M-A-L-A-S. Apalagi dalam era 4.0 ini dibutuhkan disiplin diri yang tinggi. Karena walaupun idealisme kita setinggi langit tetapi kita tidak bisa mengikuti perkembangan jaman, tetap kita akan kersungkur dan tergerus ke belakang.


Langkah kelima adalah R.  Revisilah naskah kita kalua seluruh draft telah selesai. Hindari revisi untuk satu artikel terus menerus. Kita akan kehilangan mood dan energi untuk artikel berikutnya. Hal yang harus direvisi meliputi data dan informasi, tata Bahasa, gaya tulisan kita karena terkait dengan personal branding, dan judul judul artikel. Buatlah judul yang provokatif, menarik dan singkat. Judul yang menarik adalah yang memuat maksimal tiga kata. Jika ada kelebihan dijadikan subjudul.


Langkah keenam: P. Kirim draft kita ke penerbit. Ingat, penerbit bukan bapak, kakak atau saudara kita. Pertimbangan utama penerbit adalah profit. Fungsi penerbit selain membantu menyebarkan ide atau gagasan, juga mencari keuntungan. Mungkin buku yang kita tawarkan ke penerbit disukai masyarakat, tetapi apakah menjadi kebutuhan masyarakat? Agar buku kita diterima penerbit, yakinkan penerbit dengan memberikan gambaran siapa saja target buku kita, kelebihan buku kita disbanding buku lain yang sejenis, dan bantuan yang kita tawarkan agar kita buku dibutuhkan masyarakat. Banyak alasan draft kita ditolak. Diantaranya perbaikan redaksi. Revisi yang telah kita kerjakan adakalanya belum sesuai keinginan penerbit. Kita harus menerimanya. Yang penting ide gagasan kita dalam buku itu mampu menyebar ke masyarakat.


Kesimpulan dan ibrah yang bisa saya ambil pada pertemuan ini adalah PASSION, COMMITMENT, DICIPLINE, dan SUCCESS. aamiin

Terima kasih Pak Akbar Zainuddin atas ilmu dan inspirasinya

JKT, 05/04/2020

2 komentar: